Selasa, 31 Juli 2012

Cerita Tentang Waktu


Hello
Selamat malam,  sebenarnya tak ada ide sedikitpun untuk menulis, aku Cuma tak bisa tidur, yah bosan sekali, huhh hanya ada suara jam dinding. O yah dia tak capek berputar loh, tak pernah sekalipun dia berhenti. Bahkan saat aku tidur dia terus berputar, saat aku bangun masih berputar, saat aku meninggalkan kamar ini masih berputar, saat aku kembali masih saja berputar, saat tak ada lagi suara dia masih berusara,?  wah dia sangat hebat, apa jadinya jika berhenti pasti kehilangan arah waktu, kalo dia tak ada biasanya aku kelimpungan mencari jam di hp. Makanya setiap bangun pertama kali yang dicari hp, tapi kalo jam dindingku terus berputar dialah yang pertama kali aku liat, padahal jika melihat harga? Dia gratis karena hadiah dari teman.
Malam ini tiba-tiba aku ingin membicarakan jam dinding dikamarku, dia jarang aku perhatikan, padahal dia yang pertama aku lirik ketika pertama kali bangun tidur, terus aku akan berteriak jika kesiangan, buru-buru kekamar mandi ambil wudu, terus mandi dan cabut kekampus, lalu pertama kali aku tatap setelah sampai kosnt dia, biasanya aku menghitung aku punya waktu berapa lama untuk tidur, terus seperti itu.
Saat aku menulis ini waktu menunjukan pukul 23.55, ok aku pasti terbangun pukul 04.00nkita buktikan. Apakah aku bisa meanfaatkan waktu itu sebaik-baiknya?
Wahhh, apa sih gak penting bangettttt
 Yah, jika berbicara jam, pasti kita akan mengingat waktu,pernahkah kalian berpikir seandainya waktu satu hari itu lebih dari 24 jam, pasti akan punya lebih banyak waktu buat tidur, jalan-jalan, nongkrong, nonton dll, atau bagi aktivis bisa menyelesaikan tugas-tugas organisasi yang keteteran sama tugas kuliah? Tapi bukankah Tuhan maha adil? Dia sudah membuat segala sesuatu dengan sempurna. 24 jam sehari sangat cukup untuk beristirahat, kuliah, baca buku, nulis, rapat jika ada, menegerjakan tugas, dan main sama temen. Coba deh kita mulai hitung, jika bangun jam 5 pagi, kita bisalangsung solat subuh, lalu mandi, nyari sarapan jika anak kosnt, bantu ibu jika tinggal dirumah, lalu berangkat kuliah jam 6 jika kampus jauh dan setengah 7 jika kampusnya deket. Setelah itu kuliah, biasanya sih gak lama, beda sama SMA, paling beres kuliah sebelum dzuhur dan bisa dilanjut jika ada kuliah sore, kalo enggak bisa jalan bentar sma temen se jam cukuplah, terus sambil nunggu rapat jam 16.00 bisa hunting dulu, ngerefres pikiran, dan biasanya suka dapat bahan tulisan, terus balik ke sekretariat rapat sekitar 2 jam, solat magrib, nulis yang tadi didapet, ngobrol bentar, pulang jam 9an, persiapan tidur, dan baca buku sekitar dua halaman sebelum tidur. 
O yah, biasain atur jadwal, dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya karena waktu itu tajam bagaikan pedang, dan waktu yang sudah dilewati biasanya tak akan terulang lagi, janagn sampe nyesek deh. Apa lagi kita masih muda yang masih punya pikiran yang keren untuk mengubah Indonesia ini, punya semangat tinggi untuk teerus berkarya, dan biasanya anak muda tuh gak gampang nyerahhhh.
Aku kembali melirik jam, ternyata sudah menunjukan pukul 00.10, baiklah unya waktu sekitar 3 jam untuk tidur apa lagi sekarang harus bangun sahurrr...
Selamat malam J

Sepotong Hati yang Tertinggal


“Aku menyesal,” katanya suatu malam, setelah sekian lama tak ada kabar tiba-tiba kamu hadir,  aku hanya diam.
 “Seandainya waktu bisa terulang kembali, mungkin kita telah bahagia, menempati rumah itu, menyatukan cinta kita diatas altar, didepan bunda maria yang suci sama seperti sucinya cinta kita,” kamu terus bicara, dan sama seperti yang dilakukan diawal, aku masih diam. Kemudian kamu meneguk hot chocolate yang sudah tak panas lagi.
“Sam, sejak kejadian itu, aku merasa bersalah padamu, pada ibumu dan pada janji kita,” kamu masih terus berbicara. Malam ini dia menggunakan gaun berwarna ungu, gaun yang sama saat pertunangan itu, dan saat kau mengingkari janji kita.
“Aku terlalu bodoh, jatuh kelubang yang sama, cinta itu membutakan mataku, hingga aku tak tahu mana yang tulus dan tidak,”katanya lagi. Aku masih diam, dan menikmati jazz yang dimainkan para pemusik caffe.
***
Alice, adalah gadis yang paling cantik dikampus, semua laki-laki bersaing untuk mendapatkannya, siapapun yang bisa menjadi kekasihnya adalah laki-laki yang beruntung, selain cantik dia gadis yang sangat pintar. Dan aku? Hanya mahasiswa kutu buku yang biasa, aku tak mau bermimpi mendapatkan cinta alice, dia terlalu sempurna untukku, dan terlalu jauh untuk kuraih walaupun sebenarnya jauh dari dalam lubuk hatiku ingin aku terus didekatnya dan menjaganya hingga akhir hidupku.
Suatu hari aku melihat Alice berubah, walaupun aku tak dekat dengannya, namun sudah hampir tiga tahun aku sekelas dengannya, dia gadis periang dan sangat ramah, namun mukanya saat ini begitu sendu, entahlah apa yang terjadi padanya. Aku melihatnya sendirian dikantin kampus, ingin rasanaya aku menegurnya , namun aku tak berani, aku terlalu takut, takut jika dia akhirnya akan marah dan tak mau melihatku lagi.
Aku sibuk dengan sarapanku, dan sebenarnya sesekali aku mencuri pandang padanya, duh gusti, gadis seayu dia siapa yang berani membuta wajahnya semurung itu, sungguh keterlaluan orang itu, jika dia jadi kekasih hatiku tak akan sedikitpun aku membuat hatinya luka. Sarapanku telah selesai, tak ada alasan lagi untuk tetap berada disini, dan sebentar lagi jam kuliah dimulai.
Alice sudah tak ada ditempat duduknya, mungkin dia sudah duluan masuk kelas, akh seandainya bisa ingin sekali aku beriringan menuju kelas bersamanya.
Sebulan berlalu setelah kejadian itu, aku sekarang bukan pengecut lagi buktinya Alice sekarang menjadi kekasihku, malaikat cinta tengah berbaik padaku sejak saat itu, siapa yang menyangka dewi keberuntungan ternyata sedang mendekatiku. Hidupku sangat sempurna, Alice tak hanya cantik wajahnya, juga hatinya, dia mau menerima segala kekuranganku, aku seperti laki-laki yang beruntung didunia ini. Dia begitu akrab dengan ibu, dia tak sungkan untuk sekedar main bersama.
Malam natal kami merayakannya bersama, begitupun dengan hari raya yang lainnya. Alice anak tunggal dan ayahnya sangat sibuk sedangkan ibunya sudah lama meninggal. Selesai kuliah aku bekerja di perusahaan asing, sedangkan Alice bekerja diperusahaan papanya. Hubungan kami begitu sempurna, kami jarang bertengkar setiap hari dilalui dengan romantisme, ditengah kesibukannya, Alice selalu menyempatkan diri untukdatang kekantorku hanya sekedar makan siang.
Hingga suatu malam aku mengajaknya makan malam dan berencana untuk melamarnya.
“Kamu tahu, sebenarnya aku sudah ingin melakukan ini sejak aku pertama kali bertemu denganmu, namun saat itu aku tak berani, aku dan kamu bagaikan pipit dan angsa,”kataku memulai pembicaraan dan kata-kata ini sudah aku persiapkan jauh-jauh hari, aku ingin malam ini sempurna. Alice hanya tersenyum, dan menatapku dengan tatapan penuh cinta, tak ada lagi keraguan dihatiku untuk tidak meneruskannya.
“Aku orang yang paling beruntung didunia ini, karena bisa mendapatkan gadis secantik kamu,”aku menengok sebentar keluar karna tak kuasa menatap matanya, kulihat bulan sedang menginip seeprtinya dia malu dan enggan menggangguku, angin berhembus lembut, dan para pemain musik caffe sedang memainkan musik jazz, biduanitaya menyanyi dengan merdu, malam ini sangat istimewa bagiku.
“Alice, maukah kamu menjadi istriku, jadi ibu untuk anak-anakku, tinggal rumah kayu dipinggir pantai, agar bisa menikmati senja bersama, melihat silluet yang indah,”
“Sam, aku tak kuasa untuk tidak berkata iya,” malam itu dunia berada digengamanku.
Pernikahan tinggal menghitung hari, udangan telah disebar, cincin telah dipilih, gedung resepsi telah dipersiapkan, gaun pengantin telah siap, aku dan Alice siap mengikat janji suci sehidup semati didepan Bunda Maria dan aku siap berkorban apapun demi kebahagiaan Alice sama seperti pengorbanan Yesus sang juru penyelamat.
Tapi tiba-tiba suatu malam Alice meneleponku, dia memintaku untuk bertemu tepat dua hari sebelum janji suci itu diikrarkan. Ada hal penting yang ingin disampaikan katanya, apakah tentang pernikahan? Bukankah semuanya telah , atau adakah yang kurang.
Alice malam itu sangat cantik, dia menggunakan gaun ungu, sama seperti malam pertunangan. Aku melihatnya duduk sendirian di caffe, aku melihatnya sama seperti beberapa tahun silam dikantin kampus.
“Sam, kamu masih ingat beberpa tahun silam saat pertemuan kita dikantin kampus?,”katanya lirih dan pandangannya keluar. Aku hanya mengangguk, malam ini Alice seperti bukan kekasihku yang aku kenal.
“Sam, dia datang lagi, aku merasa bersalah padanya ternyata dia tidak meninggalkanku untuk wanita lain, Sam, apakah kamu pernah merasakan cinta pertama? Sulit Sam, cinta pertama itu sulit untuk dilupakan, walaupun dia pernah membawa separuh hatiku, kemudian aku menemukan separuh hati yang baru, namun jika separuh hati yang lama datang lagi, separuh hati yang aku rindukan aku tak kuasa menahannya. Maafkan aku Sam, aku merasa cintaku yang hilang telah kembali, maafkan aku membuatmu terluka, aku hanya tak ingin hidup denganmu penuh dengan kemunafikan, biarkan aku kembali menjemput separuh hatiku yang hilang dan aku yakin kau akan mendapatkan separuh hati yang baru, terimaksih atas semuanya sam,”  Kemudian Alice menciumku, ciuman yang sangat menyakitkan,  setelah itu dia meninggalkanku yang masih terdiam seperti patung tanpa menoleh sedikitpun. Semua kebahagian itu sirna, bumi dan seisinya seperti roboh, bulan nampak murung, tak seindah dulu saat aku dan alice berjanji disini untuk menjemput kehidupan yang baru. jika boleh meminta lebih baik hari ini kiamat saja.  Tapi dunia sepertinya tidak mau berakhir, kehidupan masih terus berjalan walaupun tidak ada pernikahan, mentari masih terbit dari timur, dunia masih erputar jam dinding masih terus berdetak dikamarku, semuanya masih sama yang membedakan aku harus melewatkan malam yang menyesakan, aku harus berdamai dengan keadaan, dan aku harus membunuh semua rasa rindu dan kehampaan.
Namun setelah sekian lama aku berusaha menepisnya dari bayanganku, berusaha melewati natal tanpa air mata, hari ini Alice kembali hadir dan menawarkan kembali sepotong hati yang telah lama dia bawa pergi, dan meninggalkan sepotong hati yang tercabik-cabik. Namun bagiku cinta bukan sekedar memaafkan namun sebuah prinsip.

Selasa, 17 Juli 2012

Young Leadership


Apa yang kamu pikirkan tentang seorang pemimpin? Apakah kamu punya pemimpin impian seperti apakah itu? Kualifikasi seseorang disebut pemimpin yaitu jika hadirnya pengikut, jika tidak ada pengikut maka dia adalah seorang pejabat yang diikuti namun tidak memakai hati. Lalu siapakah folower itu? Ialah mereka yang percaya pada ide si pemimpin tersebut. Seorang pemimpin tidak hanya seorang ketua, karena mencari ledership position itu sangatlah mudah, namun pemimpin bukan hanya posisi, namun sikap serta perilaku yang mencerminkan kepemimpinan. Kemudian seorang pemimpin itu harus berkarakter, Karakter akan tumbh saat digembleng dan saat seseorang tersebut menghadapi masalah, menurut Anies baswedan saat saya mengikuti seminar di Graha Pos, masalah itu harus dihadapi, jangan pernah lari dari masalah. Lalu apakah masalah itu? Masalah adalah selisih harapan dengan kenyataan, mungkin bagi sebagian orang masalah itu sesuatu yang sangat menakutkan, tapi tahukah kalian bahwa masalah itu sesuatu yang indah. Tidak semua harapan itu bisa terwujud, karena tuhan selalu punya cara, jika semua harapan begitu mudahnya terwujud begitu rendahnya harapan kalian. Seseorang akan menjadi begitu kuat menghadapi hidup ini saat dalam hidupnya menghadapi berbagai masalah dan mnyelesaikannya, dan kehidupan yang dia hadapi tidak mudah. Anies pun bercerita tentang seesorang di Australia, dia selalu menjadi pemimpin, ketika berperang dia menjadi pemimpin, dimanapun berada dia selalu jadi pemimpin, dia merunut apa yang menyebabkannya menjadi seorang pemipin, ternyta dulu ketika dia akan masuk sekolah dia pernah salah masuk, dia masuk kekelas 3 ikut sama tetangganya yang jadi teman sepermainannya, selama satu semester dia melewati kesulitan itu dan dia melewatinya sendiri karena dia berasal dari keluarga broken home. Dari cerita tersebut kita bisa belajar bahwa karakter itu bisa tumbuh dari kesulitan, sebagai anak muda kita tidak boleh menyerah pada kesulitan.
Lalu apa kabar uliah kita? Selama 4 tahun kita mengotakan hal tersebut, saat kuliah kita mengalami fase belajar, berrfikir, analitis dan sistematis, bukankah itu terlalu dikotakan, sehingga kita tidak dapat mengetahui dunia luar yang sesungguhnya, sebuah kehidupan yang nyata yang harus kita lalui. Untuk itu semua maka sejak kuliah tidak ada salahnya kita mengikuti organisasi, karena disana lah dipupuk keberanian dan kepemimpinan.
Lalu, kita tidak boleh khawatir dengan apa kata orang, biarlah mereka bicara apapun, karena yang akan menjalani kehidupan ini kita, coba sekali-kali anda bicara didepan cermin dan lihat orang yang bicara tersebut kemudian ikutilah dia.
Jika ada yang bertanya pada kita, apa yang membuat Indonesia ini kaya? Pasti jawabannya adalah, Sumberdaya Alam yang tersedia, tanah yang subur, minyak, laut, dll namun ada yang dilupakan sebenarnya yang membuat kita kayak adalah Sumber Daya Manusia yang tersedia. Jika Sumberdaya Manusia tersebut didik dan dilatih dengan baik, negeri ini pasti akan kayak, tidak ada lagi kemiskinan dan penganngguran, coba tengok negeri Sakura, mereka tidak mempunyai Alam yang kayak, namun manusia-manusianya kaya sehingga negara Jepang maju dengan pesat. Apakh yang menyebabkan manusia Indonesia tersebut tidak dimanfaatkan menjadi aset yang baik, maka jawabannya adalah karena manusia Indonesia tidak mendapatkan pendidikan yang layak dan itu semua dikarenakan oleh guru. Guru tersebut tidak mendapatkan kesejahteraan, amsih ingat diingatan kita ketika guru-guru tersebut orasi dijakarta menuntut kesejahteraan, dan selain itu guru di Indonesia rata-rata mengajar seumur Hidup, padahal mengajar itu tidak harus seumur hidup, namun mendidik seumur hidup itu sangat perlu.
Rencanakan Masa Depan
Sebagai seorang anak muda yang merencanakan kehidupan, pekerjaan apa yang pas buat kita? Ada 3 hal yaitu Intelektual yang terus tumbuh, Finansial yang cukup dan sosial. Kemudian cobalah membuat CV untuk 0 tahun kedepan, tuliskan nama disana dan alamat (rencana tinggal dimana) setelah itu deskripsikan tentang diri sendiri cukup 1 paragraf. Kemudian raihlah mimpi-mimpi anda. Jadilah Pemuda yang tidak terus mengutuk kegelapan, namun nyalakanlah lilin supaya tidak ada lagi kegelapan.

Senin, 09 Juli 2012

Rumah yang kesepian


 ‘bangun, ayo solat udah siang,”seorang perempuan paruh baya menarik selimut anak laki-lakinya, anak itu membuka matanya sambil bermalasan.
“ini tehnya udah siap, sebelum sekolah jangan lupa sarapan,”tambah perempuan tua yang biasa dia panggil nenek. Anak laki-laki itu tak menjawab, dia langsung berjalan mengambil handuk dan pergi kekamar mandi.
Tak lama suara DVD memecahkan pagi itu, dan seorang laki-laki paruh baya duduk dengan santai sambil menikmati rokook dan tehnya.
Ramai, dan hangat lebih hangat dari sorotan mentari yang masuk kedalam tubuhku, akh tumben sekali suasana pagi ini sungguh berbeda.Biasanya aku hanya menyaksikan anak laki-laki itu berdua dengan neneknya, hanya berdua mereka melewati hari-harinya.sang nenek dengan penuh kasih sayang membangunkan anak laki-laki itu membuatkannya sarapan walaupun anak itu tak pernah menyentuhnya, tapi herannya nenek itu tak pernah bosan menyiapkannya, seandainya aku anak laki-laki itu, aku pasti akan memakannya. Lalu yang lainnya hanya akan ada saat liburan sekolah atau bulan suci, aku heran mengapa aku dibangun jika akan ditinggalakan seperti ini, malang sekali nasibku harus menjadi saksi kesepian seorang wanita tua dan anak laki-laki, tapi ini nasibku aku harus menerimanya, tak jarang setiap malam aku berdoa semoga aku akan kembali hangat seperti doa nenek tua itu yang tak bosan aku dengar tiap malam dari atas sajadahnya. Aku menegrti sebenarnya dia kesepian, dia ingin orang-orang yang dia sayangi ada didekatnya, menyiapkan makanannya, mencucikan bajunya, atau hanya sekedar bercanda menghilangkan rasa sepinya.
Memang didalam tubuhku semua fasilitas lengkap, nenek itu tak perlu kesusahan memasak nasi, tak perlu kesusahan mencari air untuk mandi, dan tentunya dia punya kawan yang bisa bicara dan bisa dilihat tapi sayangnya tak bisa diajak bicara.
Terkadang aku melihatnya melamun, menatap setiap bagian tubhku yang kosong dia merindukan penghuni-penghuninya, tapi dia juga tak bisa berkata apa-apa saat keadaan memang memaksanya untuk seperti itu, akh kasian sekali kau nenek tua.
Dan anak laki-laki itu? Tak jauh berbeda malangnya dengan neneknya, dia hanya akan melihat perempuan itu lagi saat pulang sekolah, padahal dia ingin melihat orang tuanya. Memang dia punya banyak teman bahkan orang tuanya baru-baru ini memberikannya mainan  baru, tapi itu tak bisa membayar kesepiannya, dia ingin ibunya yang memeluknya dan ,menciumnya sebelum tidur, atau ayahnyalah yang akan mengantarkannya kesekolah. Tapi diapun tak bisa berharap banyak, kalau demikian mungkin dia tak akan sekolah dan menikmati semua fasilitas itu. Tapi pagi itu dia sangat bahagia, akhirnya impiannya terwujud seandainya dia boleh terus bermimpi keadaan sperti ini jangan sampai berubah.
Dan aku? Hanya bisa tersenyum saat melihat semuanya bahagia dan berharap piring dan sendok itu tak beradu, karna terkadang kebersamaan itu membuat mereka malah bertengkar karna ekonomi, akh dasar manusia bukannya memanfaatkan momen kebersamaan itu, aku tidak mengerti jalan pikiran mereka seperti apa, kalau jauh dirindukan tapi saat sudah dekat malah jadi suatu masalah. Aku kesal saat mendengar mereka teriak-teriak hanya karna ego masing-masing dan tak mau ada yang mengalah, seandainya aku bisa memilih aku ingin meninggalkan mereka tapi lagi-lagi aku tidak bisa, mungkin ini nasib sialku dan dengan iklas aku harus menerimanya.
O yah ada cerita tertinggal, ada yang kurang pagi itu, anak perempuan yang sudah menginjak dewasa yang belum aku ceritakan. Dia anak pertama yang sedang menempuh pendidikannya di kota kembang yang jauh dari sana, dia pun jarang bertemu denganku kalau bertemupun hanya beberapa hari tak pernah lebih dari 2 minggu apa lagi 1 bulan, akh dia gadis hebat yang sedang meraih impiannya tak mungkin akan berlama-lama disini bersamaku dan keluarganya. Katanya sih dia sangat sibuk disana benar atau tidaknya akupun tak tahu, aku belum pernah melihat aktivitasnya disana, aku hanya mendengar ceritanya dari neneknya atau suaranya dari alat canggih itu. Mereka bilang dia sering pergi keluar kota, dan pergi ke pelatihan-pelatihan, sebenarnya apa yang ia cari aku tak menegerti. Tapi saat aku menguping cerita neneknya katanya dia ingin jadi orang sukses, yah tapi aku sedih mendengarnya karena dia jarang pulang kesini. Adiknya merengek-rengek padanya minta ditemenin sebentar saja dia sellau berkata “teteh aku gak ada temen,” tapi dia tak peduli, dia malah bilang “teteh harus kuliah,” dan wajah sedih serta kecewa terpancar dari anak laki-laki itu, akh anak yang malang. Dan nenek itu tak beda malangnya dengan anak laki-laki itu, cucu perempuan satu-satunya itu jarang sekali menengoknya, padahal dia ingin cucunya itu ada disampingnya, dia sangat khawatir cucu kesayangannya itu sendirian dikota orang yang menurut informasi kota itu kejam, banyak mahasiswa yang diculik serta menghilang oleh aliran sesat yang disebut NII oleh mereka, tapi kemauan keras dari cucunya mengalahkan itu semua, akh dia memang keras sama seperti impiannya yang berbeda dengan teman-teman dikampungnya yang sebagian besar sudah menikah. Dia begitu keras, walaupun ibunya tak setuju dia tetap pada`keputusannya untuk mengejar mimpinya. Aku kagum padanya tetapi akan lebih kagum lagi jika pagi ini dia ada disini dan merasakan betapa indahnya suasana pagi ini.

cerita masa Kuliah


Menghitung hari, sudah berapa lama aku berada dikota ini? belum genap dua tahun, yah tapi banyak hal yang aku peroleh disini. Jauh dari orang tua memaksaku untuk bisa belajar mandiri, walaupun sebenarnya sudah tak heran lagi karna sejak SMP aku sudah terbiasa jauh dari mereka. Namun mungkin bedanya saat ini jarak terpisahnya lumayan jauh.
Menjadi seorang mahasiswa menjadi tantangan tersendiri, aku sellau berpikir rasanya seperti apa mahasiswa itu, tapi sayang rasa penasaranku terbayar dengan perkuliahan yang membosankan, dosen jarang masuk serta kurang berkompeten, yah menurutku perkuliahan di kampusku tidak efektif, entahlah terkadang aku iri sama teman-teman yang terbisa sibuk dengan tugasnya,karna bagiku disitulah tempat kenikmatan kuliah
                                                                                                                    
Tapi semuanya itu terbayar oleh organisasi yang tengah aku jalani sekarang, walaupun penuh tekanan dan capek. bergabung dengan Pers mahasiswa menjadikan dunia kampusku begitu berwarna, punya banyak teman dari berbagai fakultas dan jurusan, bertemu dengan orang-orang hebat dan membuatku semakin kuat dan mandiri.
Capek, jenuh menyebalkan memang semuanya itu sering menghampiriku, rapat hingga tengah malam, buat konsep acara yang kadang terbantahkan karna masih mentah yang memaksa untuk membuat yang baru terkadang memmbuat semuanya menjadikan dunia ini tak adil, yah apalagi saat ingat teman-temanku yang lain yang hanya kuliah terus pulang, mereka pasti merasa senang dalam hidupnya dan terkadang pikiran kenapa aku tak jadi seperti mereka yang bisa menikmati pulang kuliahnya untuk maen, pacaran, nonton, shoping terus terlelap dalam mimpi indah. Tidak hanya itu, intensitas untuk bertemu keluargapun sangat minim, protes dari mereka agar cepat pulang, atau protes dari teman-teman karna mereka melihat aku aneh, dan berpikir yang berbeda dan itu membuat tak punya banyak teman dikelas, hanya segelintir orang yang sedikit faham.
Tapi semua pikiran itu akan hilang saat tabloid yang sedang digarap terbit, acara yang telah dilaksanakan berjalan dengan sukses, bertemu orang-orang hebat dan bisa wawancara eksklusif. Ada kepuasan sendiri yang sulit untuk diungkapkan, perasaan puas yang lebih puas ketimbang dapet nilai A.
Tekanan dan deadline adalah tantangan yang harus dihadapi karna itu akan membentuk karakter kita sehingga menjadi lebih kuat, menjadi orang hebat, o yah satu lagi yang membuat hati kita puas saat adik-adik baru yang datang keorganisasi kita lebih pintar dari kita, lebih hebat, kepuasan yang tak dapat diukur oleh apapun.
Bukankah untuk menjadi pelaut yang ulung harus melewati laut dan terjangan ombak bukan melewati kolam yang tenang dan damai.
Begitupun dengan hidup ini, untuk menjadi orang yang hebat harus mampu melewati suatu tantangan yang hebat dan berbeda dengan yang lainnya. Dan disini juga aku banyak belajar jadi orang rendah hati yang tak tahu apa-apa, ketika kita merasa hebat semuanya itu akan musnah saat bertemu dengan orang-orang yang ternyata lebih hebat dari kita, atau setelah membaca buku-buku yang bagus, saat semuanya itu terjadi tiba-tiba aku merasa orang yang paling bodoh yang tak tahu dunia, dan selama ini aku seperti berada dalam gua.
Hari minggu adalah hari surga bagiku, karna dihari itu aku bisa menimatinya untuk beristirahat dan menjernihkan pikiran-pikiran agar besok bisa melahirkan ide-ide cemerlang, hari mingu luangkan untuk jalan-jalan meikmati kota Bnadung atau membaca buku, pokoknya I like Sunday J.

Jumat, 06 Juli 2012

Catatan Desy dan Radit


Desy

12 July 2012
Radit,
Hari ini, lagi-lagi aku masih menunggumu untuk datang kemari, yah aku masih percaya pada janjimu. Aku ingin sekali lagi bertanya tentang itu, tapi aku takut kamu bosan mendengarnya jadi kuurungkan nitaku untuk bertanya.


14 July 2012
Sudah 2 hari tak ada kabar darimu, aku menunggu dan tak akan bosan menunggumu, apakh kau benar-benar sibuk sampai tak sempat bertanya kabar padaku? Padahal di Timeline twittermu sepertinya kau tidak terlalu sibuk, aku gelisah dan takut.

18 July 2012
Sudah hampir seminggu tak ada kabar darimu, kamu pasti benar-benar lupa, ya sudahlah aku tak akan berharap lagi sepertinya, miss U

19 July 2012
Hari ini aku baca timelinemu, katanya kamu bertemu mantan pacarmu? Radit aku semakin takut, entahlah tiba-tiba perasaanku bimbang.

20 July 2012
Radit, hari ini adalah hari yang membahagiakan, ternyata aku lolos mengikuti pelatihan menulis, ingin rasanya aku bercerita kepadamu tenyang itu, tapi lagi-lagi aku tak tahu bagaimana caranya?


25 July 2012
Ini hari kesekian setelah janjimu, tapi aku tetap menanti, tak pernah aku berharap seperti ini sebelumnya,

26 July 2012
Radit, hari ini aku sakit, bukannya aku tak dewasa dan manja, aku hanya ingin kamu tahu, aku menunggumu,

27 July
Harus berapa lama lagi aku menunggumu? Jam dikamarku terus berputar dan begitupun hari, aku lelah sebebnarnya, tapi aku percaya pada janjimu, jangan tanyakan seberapa besar, karna aku tak mampu untuk menjawabnya

30 July
Mawar, tiba-tiba aku berharap kamu memberikannya saat pertemuan kita, akh lagi-lagi harapan, yah karna aku selalu percaya sesuatu yang tak mati hanya harapan

O1 Agustus
Radit, aku seneng denger kabar kamu hari ini, seharusnya biasa saja tapi entah tiba-tiba hatiku jadi luar biasa
02 Agustus
Hari ini Bandung hujan, sudah lama Bandung tak hujan, akh wangi tanah itu aku sangat suka. Dinginnya bandung tak sedingin dulu saat kau masih disini bersamaku memandang hujan, aku slalu suka hujan tapi kamu malah menertawakannya, aku cemberutt tapi kamu menggodaku, aku selalu tak tahan dengan itu, dan saat ini aku sangat merindukannya apakah kau merasakan hal yang sama??

03 Agustus
Kamu keujanan? Aku ingin memberikan handuk padamu dan membuatkanmu the anget setelah itu aku ingin mendengar ceritamu hari ini.

04 Agustus
Hari itu segera tiba, aku sangat cemas, aku takut sungguh, aku tak ingin kejadian itu terulang kembali.

05 Agustus
Aku tak tahu harus menulis apa lagii, aku sungguh takuttt



Radit

12 July 2012
Desy
Aku telah berjani padamu, aku pasti akan menepatinya, tapi bukannya aku tak ingin secepatnya bertemu denganmu, aku masih harus memupuk agar bisa memetik impianku. Kenapa kamu tidak pernah bertanya lagi tentang itu? Apakah kamu sudah tidak peduli aku akan datang atau tidak?

14 July
Apakah kau menunggu aku? Masihkah kau setia disana menunggu aku datang? Aku gak mention kamu, karna aku maluuu sungguh aku tak berani

18 July
Sampai hari ini aku belum memberimu kabar, bukan aku gak mau, akh lagi-lagi ego itu sangat besar, tunggu aku des, aku sudah janji dan tak mungkin mengingkarinya.

19 July
Seperti apakah dirimu saat ini? masihkah kau setia disana? Aku yakin kau membaca timelineku, ingin aku mention kamu dan berkata dihatiku hanya untukmu, tapi lagi-lagi aku tak mampu

20 July
Des, hari ini aku mendapat kabar baik, aku dapat tawaran nyanyi di café, akh kau tahu pasti kalau aku sangat ingin menjadi penyanyi, tapi aku tak mengabarimu, nbukan tak ingin tapi aku takut menggangu aktivitasmu, apa kabar pengumuman pelatihan menulismu? Aku belum mendapat kabar itu, padahal aku menunggunya.

25 July
Smapai hari ini aku belum bisa menepati janjiku, apakah kau marah? Kau berhak marah, maafkan aku, karna aku harus mengejar impianku. Hari ini aku demo kaset di salah satu studio, semoga kamu tetap setia des

26 July
Aku baca tweetmu katanya kamu sakit, aku ngasih kamu saran agar dewasa, bukan maksud menyinggung perasaanmu, karna aku tak tahu harus berkata seperti apa, karna kamu adalah wanita istimewa yang mandiri, aku tahu kamu tak inginkan terlihat manja?

27 July
Aku ingin memberimu kejutan, kamu harus bersabar

30 July
Aku slalu percaya pada harapan, yah sama seperti yang kau bilang harapan itu tak akan pernah mati

01 Agustus
Hari ini aku sms kamu, des aku sudah tak tahan menahan rasa rindu ini, tapi kamu terlihat biasa saja, apakah kau tak suka?

02 Agustus
Katamu hari ini Bandung hujan? Aku semakin merindukanmu menatap hujan bersama, des masih ingtkah sat kebersamaan kita?

03 Agustus
Aku keujanan padahal tadi udah berteduh, hahha tapi seru sekali Des, seandainya ada kamu kita nikmatin hujan ini berdua

04 Agustus
Waktu itu semakin dekat Des, aku tak sabar ingin menatap wajahmu, memeluk tubuhmu dan mendengar cerita-ceritamu, apakah kamu masih tetap jadi wanita sederhana?

05 agustus
Rindu itu sepertinya membludak

Kegelisahan Karena Belum Menikah

Akhirnya memasuki usia dimana   sudah ditanyakan “Kapan akan menikah?” atau kamu calonnya mana? Jangan kerja terus ...