Selasa, 07 Agustus 2012

Sepotong Cerita Tentang Bandung

Inilah Jembatan Pasopati yang saya sukai
Ijinkan saya bercerita tentang kota ini, kota yang kata orang romantis.Pusat mode dan kreatif. Bandung, dulu saya sempat menghabiskan masa kecil di Cibaduyut, dan rumah saya dulu deket dengan stasiun TVRI, yang saya ingat Cibaduyut sering kebanjiran, o yah saya sangat ingin jalan-jalan kesana selama saya disini belum pernah saya jalan-jalan kesana padahal saya igin mengenang masa kecil saya. Dulu saya sering hanya sekedar jalan-jalan dengan mama di alun-alun kota, maen ke mall dan mencoba semua permainan disana, o yah dulu juga saya sempat maen ke kebun binatang kemudian naik kuda di jalan Ganesha.  Namun ketika beranjak remaja saya lupa pada kota ini, karena jarangnya saya singgah lagi kesini.
Saya tak sedikitpun berencana untuk melanjutkan kuliah disini, dulu malah saya ingin kuliah di Jakarta, apa lagi kedua orang tua saya disana, namun entah apa yang membawa saya hingga saya menginjakan kaki di bumi parahyangan ini. Apakah ini suatu kebetulan? Namun bukankah kebetulan itu tak pernah ada dan saya tak pernah percaya dengan kata kebetulan, karena bagi saya semuanya telah direncanakan oleh Tuhan.
Pertama kali menginjakan kaki lagi dikota ini, kesannya biasa saja, bahkan saya sempet kesal karena tak mendapatkan fasilitas untuk mendukung Ospek. O yah saya lupa, pertama kesini lagi ketika saya hendak mengikuti Ujian SMPTN, dan saya naik motor dari rumah saya, wah menyenangkan sekali, apa lagi kala itu saya tengah deket dengan seseorang yang begitu lembut dan perhatian. Kemudian sorenya saya jalan-jalan melewati jembatan Pasopati, dan sejak itu saya sangat suka sama jembatan itu, entahlah kenapa, bahkan saat tahun baru 2011 saya melewati malam pergantian tahun disana.
Dua tahun telah berlalu, banyak suka dan duka yang saya lewati dikota ini, dan pada akhirnya  saya menemukan keluarga baru disini. Saya tak merasa sendiri, saya bahagia dengan keluarga baru saya, walaupun masih tetap keluarga dirumah tak akan tergantikan. Saya menemukan banyak hal dikota ini, impian, kreatifitas dan persahabatan, jangan bertanya soal cinta.
Kuliah
Saya menyukai kuliah? Mungkin iya mungkin juga tidak, sebab saya terkadang banyak menghabiskan waktu saya untuk organisasi, untuk berteu orang, atau sekedar nongkrong depan komputer berselancar di blog orang lain. Tapi sesungguhnya saya sukakuliah, wlalupun saya tak suka akuntansi, entah kenapa, namun saya sangat suka pendidikan. Saat ini saya sedang menikmati peran sebagai mahasisiwa yang harus mengatur jadwal dan berbagi waktu antara kelas, rapat, liputan, menulis, baca buku, jalan-jalan dan terus bermimpi. Dan Bandung menjadi salah satu kota yang menjadi pusat pendidikan, bukankah ITB tempat dulu soekarno kuliah berada di Bandung? Unpad pun berada di Bandung
Kuliner
Semua orang tahu makanan di Bandung sangat enak,  dan kota ini terkenal dengan wisata makanan, makanya tak heran jika akhir pekan orang-orang dari Jakarta bergerombol dan membuat kota ini macet. Banyak kuliner yang telah saya coba dikota ini, apa lagi saya punya teman yang punya hobby yang sama yaitu makan. Kuliner dikota ini sangat variatif, bahkan aneh menurut saya. Ada seblak, makanan dari kerupuk dan diolah, saya pernah mencoba membuatnya dirumah teman di Majalengka, dan mereka merasa heran, sampai akhirnya makanan itu dibuang. Dan banyak tempat makan lain yang unik dan enak, mungkin lain kali saya akan bercerita tentang makanan yang pernah saya coba.
Romantis
Menurut saya tak heran mengapa Bandung dijuluki paris van java, karena Bandung sangat Romantis. Jika jalan-jalan dimalam hari ke daerah punclut maka akan melihat kota Bandung dari atas dengan kerlipan lampu. Sangat bagus, makanya saya suka Bukit Bintang yaitu salah satu tempat untuk menikmati Bandung dimalam hari dari atas. Selain itu jika jalan-jalan disepanjang jalan ir. H Juanda maka kita akan melihat para penjual bunga mawar berjejer. Dan Bandung punya kawah putih, menurutku kawah putih sangat romantis, bahkan saya pernahmempunyai keinginan dilamar disana. Jaln Braga pun menurut saya sangat romantis, saya sangat sering menghabiskan waktu hanya sekedar jalan-jalan sambil makan es krim disana, dan itu bisa membuat pikiran saya jernih. Saya pun ingin foto untuk prewed disana, tempatnya sangat bagus karena masih mempertahankan bangunan Belanda.
Kreatif
Jika kita jalan-jalan kedaerah dago, disana akan melihat sebuah tulisan Bandung creatif city, dan tulisan itu tida salah. Bandung dari sejak jaman Belanda sudah dirancang menjadi kota kreatif, bandung merupakan kota kreatif no 1 di Indonesia dan masuk 5 besar se Asia Tenggara. Orang-orang disini penuh dengan kretaifitas, penuh dengan komunitas dan nakmuda disini sangat kreatif, Sepatu lukis berasal dari kota ini, FO yang berjejer, musik indi yang super keren, serelah disini saya jadi suka musik Indi. Pernah saya daang ke acara helarfest, dan acara itu digelar di hutan kota dunia, menikmati suguhan musik dan pesta laser dihutan, sangat kerenkan? Sepertinya malam ini cukup sekian cerita saya, nanti saya akan cerita lebih banyak lagi tentang kota ini


*saya harus bangun pagi dan masak buat makan saur padahal masih ingin menulis 

Kegelisahan Karena Belum Menikah

Akhirnya memasuki usia dimana   sudah ditanyakan “Kapan akan menikah?” atau kamu calonnya mana? Jangan kerja terus ...