Kamis, 17 Maret 2016

Tidak Ada Yang Berubah Setelah Kamu Pergi

Tidak ada yang berubah setelah kamu pergi. Semuanya masih  tetap sama. Aku masih menyukai hujan, meskipun kini tak akan lagi menunggu bersama kamu. Aku masih suka berjalan di bawah lampu temaram, meskipun tak ada tanganmu yang menggenggamnya dan aku masih menyukai malam, meskipun tak ada lagi ucapan.

Aku masih akan membaca buku-buku yang masih menumpuk karena tak  sempat membacanya. Aku masih bisa berangkat bekerja dan menyelesaikan setumpuk pekerjaan itu, yah semuanya tidak ada yang berubah. Yang berubah hanya tak ada kamu yang menghiasi layar Hpku, tak ada kamu yang biasanya melagu di telepon, dan tak ada kamu yang membisikan kata-kata rindu. Tak ada kamu yang selalu ku tunggu.

Aku pernah mengalami rasa kecewa lebih dari ini. Aku pernah kehilangan lebih menyakitkan dari ini. Aku pernah jatuh kedasar jurang lebih cari ini. AKu pernah mengalami semuanya lebih dari ini. AKu percaya ini hanya akan menguatkan. Kekecewaan itu hanya membuat aku belajar bahwa hatiku harus terbuat dari rasa kuat yang besar. Rasa kehilangan hanya membuat aku percaya memiliki memang harus siap dengan kehilangan.

Kini, aku percaya ini yang terbaik,untuk kita. Untuk kamu, untuk aku. Aku belajar lagi satu hal, yaitu mengikhlaskan. Aku belajar memahami semuanya. Rasa kecewa ini memang akan terus tersimpan, hanya agar aku tidak mengecewakan orang lain.
Terima kasih. Aku belajar banyak saat ini. Aku belajar tentang rasa yang bisa memudar. Aku belajar tentang kepercayaan dan kekecewaan. Aku belajar mencintai dengan penuh. Aku belajar pengorbanan dan impian.

Saat ini aku hanya akan berjalan, bahkan berlari. Menatap maju, mengadahkan kepalaku dan berkata, aku harus kuat, aku tidak bisa dirapuhkan oleh rasa dan kekecewaan.

*Selamat Malam Jakarta dengan hati yang penuh kelegaan.

Kamis, 10 Maret 2016

Untuk Hati yang Sedang Patah-Patah




Hei hati yang sedang patah,

Aku tidak akan membiarkanmu begini. Aku akan meraihnya, menggenggamnya, memeluknya dan merawatnya, dan mengobatinya.
Dengan merasakan patah, kamu akan mensyukuri ketika sedang berbunga dan jatuh cinta. 
Untuk lebih kuat dan lebih tangguh kamu harus merasakan patah, merasakan luka jadi nikmati sajaproses itu.
Kamu akan menjadi lebih dewasa, kamu akan lebih bisa menghargai.
Untuk hati yang sedang patah, percayalah, patah  itu adalah hal yang biasa. 
Untuk hati yang sedang patah
Kamu sedang belajar tentang penerimaan, kamu sedang belajar untuk memaafkan.
Untuk hati yang sedang patah
Setelah ini kamu akan menjadi hati yang lebih dewasa
Untuk hati yang sedah patah
Tuhan hanya sedang mempersiapkan seseorang yang pantas untukmu.

Selasa, 08 Maret 2016

Kita Sudah Selesai

www.gambar-katakata.com
Kita sudah selesai, katamu suatu hari. Aku hanya menatap chat singkatmu itu. Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya. Aku ingin berkata bahwa ini tidak mungkin? Bukankah kita dulu berjanji akan sama-sama berjuang, akan sama-sama menjaga  hubungan ini agar tetap berjalan. Akan sama-sama beriringan.

Tapi aku hanya bisa menunduk dan diam. Aku harus menerima semua keputusan itu. Sungguh dada ini terasa sesak. Aku begitu sulit untuk bernafas. Air mataku tak terasa membanjiri pipiku. Aku menangis dengan bersedu-sedan.
Kamu tahu rasanya kata-kata itu telah meruntuhkan langit dan menindih tubuhku hingga aku terasa sesak. Rasanya kata-kata itu telah membuat waktu berhenti  cukup lama. Tubuhku roboh seketika. 

Aku berharap ini hanya mimpi, aku ingin segera terbangun dari mimpi buruk ini.
Adalah kamu yang sudah member warna dalam hidupku. Adala kamu yang selalu membuatku tersenyum, katamu aku lebih cantik tersenyum daripada menangis, tapi hari ini kamu membuat aku menangis.

“Katakan, kenapa? Apa ada yang salah dengan diriku?”aku kembali bertanya.
“Tidak, ini bukan tentangmu ini hanya tentangku dan masalahku. Maafkan aku. Kita sudah tidak nyaman,”

“Sesederhana itukah?”

Kamu tidak pernah menjawabnya. Aku hanya bisa pasrah dan menangis.

“Aku ingin bertemu, untuk yang terakhir,” kataku

“Hari ini aku tidak bisa,”
“Kamu ingat semuanya, kenangan kita? kenapa harus selesai karena sesuatu yang aku sendiri tidak tahu,”

Tapi kamu hanya diam, tidak menjawab apapun. Aku sudah tidak tahu harus berbuat apa. Aku harus siap untuk melewati hari-hari tanpa kamu.

Ini tidak mudah, sungguh. Berdamai dengan hati, mencoba membunuh setiap kerinduan-kerinduan yang ada. Membunuh setiap kenangan yang hadir didalam ingatan. Perih rasanya. Tapi apa yang bisa aku lakukan jika kamu juga tidak bisa memperjuangkan itu, jika kamu juga tidak mau lagi bersisian denganku, jika aku bukanlah lagi ada dalam mimpimu. Its Simple, kamu sudah tidak sayang lagi.


Kegelisahan Karena Belum Menikah

Akhirnya memasuki usia dimana   sudah ditanyakan “Kapan akan menikah?” atau kamu calonnya mana? Jangan kerja terus ...