Minggu, 02 September 2012

Surat Untuk #Dian

Hello Dian, perempuan hebat yang menjadi sahabatku, kita bertemu pketika  kita sama-sama menjadi peserta Pelatihan Jurnalistik tingkat Lanjut Nasional di LPPM Profesi UNM Makasar, kegiatan singkat yang sama-sama kita rindukan dan jika bisa ingin sekali mengulangnya lagi dan bertemu dengan kawan-kawan kita lainnya ..
Apa kabarmu? apakah  kamu baik-baik saja? lagi suntuk bangetkan malam ini? aku tahu karena baru saja kita chat.  Tapi entah kenapa malam terasa berbeda jadi aku ingin menulis surat untukmu.  Dian, aku seneng banget bisa kenal sama kamu, walaupun pertemuan kita sangat singkat, hanya beberapa hari  di Makasar, kemudian kita bertemu lagi ketika aku harus melakukan sedikit pekerjaan  ke Semarang, dan dengan iklas kamu mau bantuin aku, makasih banget Dian.
Kamu tahu, aku senemg banget bisa kenal kamu, aku banyak belajar dari semangat kamu saat aku ingin berhenti bermimpi, berhenti menulis, berhenti reportase dan berhenti berada diruang tanpa titik yang sering kamu sebut warnet. Ketika kamu menunjukan semangatmu bercerita liputan untuk Manunggal  aku selalu termotivasi kenapa aku tak bisa melakukan hal itu, kenapa aku harus menyerah, toh jalan ini amsih panjang, dan aku harus berani melewati semuanya.
Dian, aku tidak pernah percaya dengan kebetulan, aku yakin semua itu telah ditulis tuhan, sama halnya dengan pertemuan kita, mungkin tuhan mengirim kamu agar aku selalu semangat, dan disaat aku jenuh editing tengah malam yang membuat kepalaku berputar, kamu biasanaay ada menghibur dan membuat aku tersenyum.
O yah Dian, sudah berapa lama kita tak berjumpa? Cukup lama? Maaf kemarin aku tak jadi ke Jakarta, karena lagi-lagi masih ada hal yang harus aku selesaikan. Aku ingin sekali bertemu denganmu dan mengajakmu kekota ini, kemudian kita pergi ke perternakan sapi membelikan susu untukmu. Haaa kamu walau sudah segede itu masih aja suka minum susu, dan sampai ke Jakartapun kamu bawa susu dari Semarang. O yah, aku suka dengan Semarang, walaupun panas, tapi aku suka sangat suka, semoga aku bisa kesana lagi, dan kamu harus ngajak aku ke Pagoda, janji yah.
Dian, janji padaku bahwa kita akan bertemu dan akan bercerita banyak hal, impian kita cerita reportase, nulis, buku dan hal-hal lainnya. Ok dian, sampai jumpa dikesempatan yang indah. Miss U


Kegelisahan Karena Belum Menikah

Akhirnya memasuki usia dimana   sudah ditanyakan “Kapan akan menikah?” atau kamu calonnya mana? Jangan kerja terus ...