Jumat, 06 November 2015

Assalammualaikum Emi



Aku lupa kalau aku pernah janji akan mengirim surat lagi. Aku akan bercerita banyak hal lagi tentang hidupku, aku juga lupa aku telah menyelesaikan kuliahku, dan tahukah aku juga memutuskan untuk tidakwisuda. Rasanya aku sedih karena di moment itu aku gak akan lihat emi datang. Masih ingat dengan kebaya yng emi beli, waktu itu katanya akan dipakai  pas wisudaku, tapi sayngnya Allah lebih sayang emi dibandingkan aku. Dan lagi emi, hidupku tak begitu mudah, banyak hal yang harus aku lalui, dengan penuh kesabaran dan kegalauan. Aku kadang ingin berbagi itu tapi emi sudah tidak ada. Aku tidak usah sedih bukan? Aku hanya cukup mengirim doa, yah dan lagi kadang aku juga merasa sibuk dan lupa, ah maafkan aku.

Emi, saat ini aku memasuki tahap kehidupan selanjutnya. Aku harus
lebih bertanggung jawab lagi dengan kehidupanku. Aku harus lebih kuat lagi,Aku harus lebih bersabar lagi. Saat ini, ku harus melewati tahap kehidupan dengan penuh pertimbngan,  harus siap dengan apapun, tapi yang tidak berubh mungkin aku masih manja, aku masih jadi gadis kecil emi yang kan menangis sesegukan jika ada yang menyakitiku, dan aku kehilangan orang yang akan mengelus rambutku, dan berkata sabarlah.

Yups, sekarang aku hanya perlu menguatkan diri aku sendiri dn berkata semua akan baik-baik saja. Emi, sudah lama ku tidak pulang, sudah lama aku tidak menengokmu. Jangan bilang aku jahat dan lupa, tapi maafkan aku, aku hanya perlu sedikit waktu itu. Dan mungkin suatu hari aku kana pulang dengan seseorang yang akan menjagaku kelak, melindungiku, dan membahagiakan aku, sama seperti doa-doamu dulu. Walau mungkin moment itu emi tidak akan melihatnya.

Tapi bukankah memng kitak tidak pernah punya kuasa atas takdir. Emi, semoga aku bisa bercerita yang membahagiakan, tentang Mama, Bapak, dan Adek. yups, saat ini adek sudah masuk sekolah SMK, dia sudah besar, dan emi mungkin akan pangling melihatnya, semoga aku masih bisa jadi kaka yang baik.

Emi, aku masih punya impian, dan kekuatan impianku salah satunya adalah emi, emi yang membuatku tidak hilang harapan, membuatku semangat untuk bangun kembali ketika terjatuh. Emi, akuuu kangen pengen dipeluk, tapi aku percaya emi sudah dipeluk olrh Tuhan, dan diberi tempt yang terbiaik, selamat berbahagia.

*Jakarta menjelang malam, bikin surat ini karena diingatkan oleh Yayan, tentang cerita nenek. Terima kasih aku jadi inget tentang janjiku pada nenek.

Kegelisahan Karena Belum Menikah

Akhirnya memasuki usia dimana   sudah ditanyakan “Kapan akan menikah?” atau kamu calonnya mana? Jangan kerja terus ...