Minggu, 24 Maret 2013

Surat Untuk Rasa Rindu


Dear Rindu. Entah kenapa hatiku bergetar ketika mengeja Kata itu, dan airmataku menangis kemudian berkata ok malam ini aku harus melewatkannya dengan rasa sesak. Rindu, aku terbiasa hidup sendiri, yah hidup sendiri mengajarkan berbagai banyak hal, setidaknya aku bisa sedikit mandiri, tapi tahukah hidup sendiri itu memunculkan rindu dan kemudian aku akan menangis, betapa rindu itu menyiksa.

Malam ini aku rindu pada semuanya rindu pada semua kawan-kawan yan lama tidak bertemu. Rindu kenapa kamu harus muncul malam ini , terlebih setelah mendengar suara Mama betapa aku rindu dipeluk dia, di cium ia dan dirawat dia, kemudian manja-manjaan.

Rindu, kamu tahu tiba-tiba kamu muncul  ketika aku kehilangan sahabatku Dwi selama hampir satu minggu, betapa hari-hariku sangat aneh, merasa ada yang berubah apakah aku 
Rindu pada dia? Walaupun semua berjalan normal tapi hatiku merasa sepi entahlah.

Rindu, malam ini kamu juga tiba-tiba muncul setelah membaca sebuah postingan dari kak Tini. Tiba-tiba aku merindukan mereka, peserta DJTL  Profesi, entahlah jika bisa aku ingin mengulang itu lagi, terbang ke Makasar bertemu mereka, menikmati Coto, sarabba, dan pemadangan yang menakjubkan. Makasar tak jauh beda dengan Bandung, malah mungkin Bandung asyik karena fasilitas-fasilitas yang ada, tapi aku jatuh cinta sama kota itu, hey siapa bilang orang Makasar keras-keras, mereka baik kok, malah aku tersanjung ketika selesai solat ada seorang ibu yang menyalami aku dan tersenyum kemudian beerkata dari mana.

Entahlah kejadian itu masih terekam dengan jelas dikepalaku. Panitia DJTL jangan tanya baiknya seperti apa. Aku seperti seorang raja yang Manja, ketika minta tolong apapun pasti ditolong. The Best hahhaa cerita ini hanya membuat ku semakin Rindu. Pelis nulis ini hanya akan semakin nangis.

Rindu.. Aku pasti sangat Rindu pada karpet merah dan debu, hahah kalo kata bang Dika atau Dian katanya warnet. Jika dua hari tidak kesana seperti ada yang kurang. Entah aku harus bercerita apa tentang ruangan itu?  Aku tidak bisa mengungkapkan apapun selain aku sangat bahagia berada disana, aku rindu jika tidak kesana, disana seperti ada penunggu yang akan membawaku lagi untuk kesana.

Rindu, malam ini aku ingin kamu pergi karena rasanya sangat sesak, yah malam yang menyesakan harus kulalui lagi. Rindu tapi aku juga kadang merindukanmu.

Kegelisahan Karena Belum Menikah

Akhirnya memasuki usia dimana   sudah ditanyakan “Kapan akan menikah?” atau kamu calonnya mana? Jangan kerja terus ...