Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 September 2012

Merasakan Sisa-Sisa Perjuangan di Monumen Mandala


Langkah kecil mengiringi kami untuk naik ke Bus warna putih yang bertulis Dinas Perhubungan. Beberapa teman segera mencari posisi duduk yang  nyaman. Bahkan ada yang berebut ingin dekat kaca karena udara Makasar yang panas, ditambah mini bus tersebut tidak menggunakan AC. Tapi semangat serta serta keceriaan tergurat diwajah kami, rasa tak sabarpun memenuhi setiap dada. Yah tak sabar ingin menikmati setiap langkah Kota Daeng.
“Sudah masuk semua,”kata Panitia.. “Fadli, belum tadi dia ke Wisma,” kata salah seorang teman.Yah hari ini adalah kegiatan terakhir Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Penerbitan dan Penyiaran (LPPM) Profesi Universitas Negeri Makasar dari tanggal 4-10 April 2012 dan diikuti oleh 20 peserta dari Pers Mahasiswa di Indonesia termasuk saya. Agenda hari ini keliling kota Makasar, rencananya ada 3 tempat yang akan kami kunjungi, Monumen mandala, Benteng Roterdam, serta Menikmati Sunset di Losari,  satu lagi beli oleh-oleh.
Setelah menunggu teman beberapa saat akhirnya dia datang, dan tak lama bus kami meninggalkan Wisma menelusuri jalan kota yang tak semacet Bandung. Tak jauh akhirnya kami sampai di monumen Mandala.Sisa Perjuangan Di Monumen Mandala masih terasa, sebagian teman langsung berlari dan menggunakan kesempatan ini untuk mengabadikan gambar. Di monumen tersebut tertulis nama-nama Tentara Republik yang gugur memperjuangkan Irian Barat.
Monumen Mandala menjulang tinggi di Jantung kota Makasar, sekitar setengah kilometer dari lapangan Korebosi. Monumen ini dibangun di tanah seluas satu hektare dan di resmikan pada 11 januari 1994. Peletakan batu pertamanya oleh Menko Polkam Soesilo Sudarman, dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 19 Desember 1995.
Tak puas rasanya hanya memandang monumen ini dari luar saja, dan tentu kami sangat penasaran ada apa didalam monumen ini? Kami mendekati pintu, namun pintunya tertutup, yah mungkin karena para penjaganya istirahat, karena kami sampai disana sekitar pukul 13.00 WITA, saya melihat sekitar monumen itu sepertinya monumen itu kurang terawat dengan baik.Sektar monumen itu banyak tanaman liar yang tak terawat,  sungguh sangat disesalkan sebuah peninggalan sejarah yang tak terawat dengan baik.
Tak lama, pintu terbuka. Saya perhatikan pintu itu catnya sudah kusam, dan kayunya yang mulai mengelupas. Saya adalah salah satu yang sangat mencintai benda-benda bersejarah serta museum, jadi sangat interes sekali ketika memamasuki Monumen ini. Didalam monumen ini terdapat beberapa relief  dan 12 Diorama yang menggambarkan perjuangan para pahlawan kita untuk membebaskan Irian Barat. Bagi yang pernah mengunjungi Monumen Kesaktian Pancasila tak jauh berbeda dengan Monumen Mandala.
Kegigihan para pahlawan kita sanagat terasa disini, tapi sayangnya ada sebagian diorama yang lampunya mati, jadi kita tak bisa melihat dengan jelas gambar tersebut, dengan menggunakan Blitz Kamera, baru kita bisa melihatnya.
Saya kemudian naik kelantai 2, disana ada beberapa diorama juga relief yang menceritakan strategi yang akan digunakan untuk membebaskan Irian Barat (sekarang Papua) dari tangan Belanda, jika naik kelantai 3  reflika pakain pasukan yang digunakan pada saat itu. Darah yang masih ada, menyisakan betapa mereka berjuang habis-habisan untuk negeri ini. Tapi, sisa-sisa perjuanagn mereka kini harus tersimpan diruangan yang atapnya sudah mulai rubuh, panasnya didalam begitu terasa, ternyata AC yang dipasang mati.
Tak lengkap rasanya jika tak menaiki sampai lantai 4, disana juga ada lift, namun kita harus bergilir untuk naik ke Lift dan dibatasi hanya  boleh berenam. Ada kejadian lucu, ketika saya dan sebagian teman sedang menunggu, liftnya terbuka lagi, kami pikir mereka telah turun kembali, ternyata lift it tidak bisa naik, dan penjaga museum dengan sabar mencoba kembali mengoperasikan lift  agar bisa naik.
Akhirnya giliran saya untuk naik, ketika pintu lift tertutup kami sudah siap, namun seperti kejadian semula lift ini tetap tak mau membawa kami keatas, dan kami disuruh naik dulukelantai 2 dan naik lift dari sana huahhh kenapa? Saya bertanya pada penjaga monumen dan katanya lift ini belum diganti sejak monumen ini diresmikan, coba kita itung sudah berapa lama? Pantas saja lift ini berjalan seperti itu. Selain itu juga ternyata lift ini baru beroperasi sebulan ini, sudah lama rusak dan tidak dibetulkan sehingga para pengunjung tidak bisa naik keatas.
Rusaknya lift terbayar oleh pemandangan dari atas monumen. Keindahan kota Makasar, terlihat jelas dari sini, dan lautt yang terhampar serta kapal-kapal yang berjejer seperti sebuah lukisan. Namun sayangnya, tempat diatas sangat panas karena AC mati. Karena monumen ini dibangun ketika presiden Soeharto memimpin negeri ini, maka disana sisa kenangan soeharto terasa. Banyak Diorama yang memperlihatkan Soeharto tengah memimpin sidang dll.
Ruangan diatas agak sempit, sehingga kami harus segera turun agar teman-teman yang lain bisa naik pula. Ketika turun ada salah satu lantai yang sempat terlewat, yaitu lantai 3, disini tak jauh berbeda dengan lantai 1 dan 2, ada dirama dan reflika serta foto-foto. Keadaan lantai tigapun jauh dari perawatan. Sebagian atap yang roboh, diorama yang lampunya mati, serta dinding yang catnya kusam.
 Kemudian saya kembali turun ke lantai satu, bergabung kembali bersama temn-teman yang lainnya. Saya bertanya pada teman yang asli dari Makasar, dia menunjukan kantor petugas, dengan semangat saya menuju kesana tapi sayangnya, bangunan yang tak terlalu luas dan nasibnya sama dengan Monumen Mandala itu tertutup rapat dan terkunci, sepertinya tak ada petugas yang berjaga disana. Saya terus berjalan kesamping kantor, disana ada banguna rubuh yang sangat tidak terawat, entah bekas apa, karena dinding-dindingnya sudah roboh dan banyak coretan yang tidak jelas, sungguh tidak etis memang.
Takut dicari sama para panitia dan peserta, saya kembali bergabung dengan mereka, yang tak lama lagi akan meneruskan perjalanan menuju Benteng Roterdam. Mengunjungi Monumen Mandala adalah pengalaman yang tak terluiskan, semoga pemerintah setempat mau memperbaiki fasilitas disana, agar anak cucu kita nantipun masih bisa merasakan sisa-sisa perjuangan para pahlawan kita. 

Jumat, 15 Juni 2012

Sepenggal Cerita Dari Pangandaran



“Aya kasono aya katresna
Aya kadeudeuh aya kanyaah
Ngabagi rasa bungah jeung bagja duaan
Sisi laut Pangandaran” (Doel Sumbang, Pangandaran)
Pangandaran, nama yang sudah tak asing lagi bagi saya, apa lagi ketika beberapa tahun silam Pangandaran sempat digoncang oleh Tsunami, nama daerah ini menjadi terkenal di pelosok negeri. Sudah dua kali saya datang ke daerah ini, pertama ketika resepsi teman, dan yang kedua acara Baksosnya kampus saya. Pengalaman kedua sangat menarik.
Berangkat dari Bandung sekitar pukul 11.00 WIB beserta rombongan Ukm sekitar 75 orang, menjadi perjalanan yang cukup melelahkan. Tak ada pemandangan yang istimewa sepanjang perjalanan selain jalan yang berkelok-kelok, dan persawahan.
Sekitar pukul 17.00 WIB akhirnya sampe juga di Pangandaran, dan segera masuk kamar yang telah dibagai sama seksi Logistik. Walaupun perjalanan yang cukup melelahkan, tapi suara deburan ombak sepertinya lebih menarik dari pada tidur.
suara ombak bak alunan biduan yang sangat merdu, awan begitu beraturan dengan gugusan putih diatas pantai pangandaran, nyiur melambai-lambai seolah menyambut dengan  suka cita.
Saya menyukai alam, tak ada yang bisa dinikmati dengan penuh rasa syukur selain alam yang diciptakan tuhan dengan sangat sempurna. Deburan ombak, hembusan angin adalah kenikmatan yang tiada tara. saya terus berjalan menyusuri pesisir pantai, tak lamaa ada beberapa teman menyapa dan akhirnya foto bersama.
Saya duduk sejenak diatas perahu, memandang sekilas wisatawan yang asyik berselancar, anak-anak yang berlarian dan bermain bola, atau orang yang hanya sekedar berdiri menikmati keindahan pantai. Hanya sebentar saja, lalu mataku terpikat pada senja dilaut lepas, sayang sekali sore itu awan sedikit mendung tak bisa melihat indahnya sang surya yang akan meninggalkan bumi ini, tapi tetap menakjubkan bagi saya. Adzan berkumandang saatnya meninggalkan pantai dan melaksanakan kewajiban pada sang Khalik sebagai rasa syukur atas nikmatnya.
Pembukaan Baksos
Tidur yang singkat rasanya, akh masih ingin sekali menarik selimut dan tidur satu jam lagi, tapi alrm telah bunyi dan harus siap-siap bergegas menghadiri pembukaan baksos di kecamatan Cijulang, yang harus ditempuh dalam waktu 1 jam dari Pangandaran.
Lengser saat penyambutan tamu
Mendung menggelayuti awan pangandaran, wah malah menambah rasa kantuk, tapi harus tetap semangat demi menjalankan tri drama perguruan tinggi. Ada cerita lucu ketika hendak pembukaan. Kami pikir bisa menempati kursi yang telah disediakan ternyata kami disuruh keluar dan menunggu diluar halaman kantor kecamatan karena akan diadakan upacara penyambutan tamu.
Alam tengah tak bersahabat bagi kami, tak lama turun hujan dan kami berlarian mencari tempat untuk berteduh, menurut penuturan masyarakat setempat  sudah tak asing lagi jika ada tamu maka akan turun hujan, menurutnya ini merupakan bentuk penyambutan.
Upacara adat penyambutan dimulai, kami dijemput oleh ki lengser  yaitu ikon penyambutan  tamu undangan dalam adat sunda. Ki Lengser  memiliki peran sebagai tokoh kakek  yang menajdi panutan, namun  selalu bertingkah lucu disetiap gerakan tariannya sehingga banyak mengundang gelak tawa tamu yang hadir.
Persepsi yang  berkembang di tataran masyarakat pasundan samapi saat ini, Ki Lengser  adalah sosok  orang tua yang penuh dengan wibawa. Pakaian kebesarannya hanya celana pangsi dan baju kampret hitam dengan beberapa aksesoris yang dikenakannya. Di pergelangan melilit gelang bahar ala seorang Jawara dengan beberapa batu ali (akik) yang melingkar dijemarinya.
Dan yang lebih khas lagi adalah ‘totopong‘ (ikat kepala) yang penggunaannya sangat berbeda dengan ikat kepala yang dikenakan pada umumnya serta ‘kaneron’ (tas anyaman) yang menyilang dipundaknya. Dan ki lengsernya saat itu diperankan oleh anak SD.
Rampak Kendang
Tak hanya upacara sambutan, namun kamipun disuguhkan sajian musik tradisional yang sangat indah yaitu Rampak Kendang. Rampak Kendang merupakan sajian kesenian yang memainkan kendang (Gendang) lebih dari satu perangkat secara bersama-sama. Rampak dalam bahasa Sunda berarti bersama-sama atau serempak, sehingga Rampak Kendang berarti bermain kendang secara serempak. Selain itu pula pada permainan Rampak Kendang ini ditampilkan pula keceriaan para pemainnya. Anak SD yang memainkan rampak kendang tersebut begitu luwes, akh jadi iri karena tidak bisa memainkan alat musik tradisional.
Tak hanya anak-anak SD yang berpartisipasi dalam menyambut kami, ibu-ibu pegawai kecamatanpun telah bersiap-siap mengalunkan suaranya menyanyikan Mars Ciamis dengan semanagatnya, tapi sayang saya tak mengikutinya sampai selelsai karena harus meluncur ke tempat pengobatan gratis.

Selasa, 07 Februari 2012

Pesona Lomie Imam Bonjol

Hari ini lumayan mnyenangkann.. hah masih dibilang seperti itu padahal tadi sediikit  kesel karena nunggu orang dan kayak orang bego bolak-balik dikantor orang, masih mending tuh dikantor ada yang bisa dikecengin, nah loh orang yang ada bapak-bapak semua.. yah gak mungkin lah saya ngecengin orang yang usianya 70-ann..
Ok, karena saya tak suka menunggu akhirnya saya memutuskan untuk pergi padahal saya sangat ingin ketemu si bapak ituu,, huftt ini semua  efek dari bunyi peruttt,, karena saya lapar jadi caw dehh,,
Makan dimana  yahh hari ini?
Pujasera Imam Bonjol sepertinya menyenangkannn..
Alone? Gak masalahh
Okk,, melaju dengan angkott Dagoo….
Pujasera Imam bonjol no 09 Bnadung. Aku baru dua kali loh makan dsini yang pertama sama temen kelasku eka, terus sama teh putri,,
Juice dan Milshake ukuran Jumbo
Makanan disini emang gak seperti  pujasera merdeka yang super banyak menunya. hanya ada Ayam taliwang, mpek-mpek Palembang, clemons, siomay, Ayam tulang Lunak tapi uniknya disini ada Juice Jumbo, es the manis jumbo, dan milk shake jumbo juga,,,

Dengan harga 4.000 kita bisa beli teh manis yang ukuran besarrrrr….. nama kiosnya fress Juice,, wah ukuran gelasnya superrr jumboooo dan harganya pas deh buat mahasiswa.



Hari ni aku pesen lomiee… Lomie disini terkenal enaknyaa.. dan ternyata adanya pujasera ini awalnya dari lomie itu, dulunya hanya ada penjual lomie karena banyaknya pelanggan yang datang akhirnya banyak deh orang-orang yang berjualan disana. Penasaran dengan rasa lomienya yang super mantap datang saja deh kesanaaa.
Lomie merupakan masakan asli Tionghoa, biasa memasaknya menggunakan tulang dan tetelan babi untuk kuahnya. Namun di “Lomie dan Bakmie Imam Bonjol”, tulang dan tetelan babi diganti dengan ebi dan cumi-cumi.

Dalam seporsi lomie terdiri dari mie kuning, sayur kangkung, bakso, pangsit, rajangan daun bawang dan bawang goreng, taoge, cumi kering, ebi, daging ayam dan kuah kental campuran tepung kanji.
Tapi ada yang membosankan,, jarang sekali aku makan tanpa ada temen, menyedihkan,, menghabisakan 1 mangkok lomie rasanya hal yang sangat berattt,, taka da kawan untuk berceritaaa,, ohhhhh kasian sekali melihat diri sendiri dipojokk dengan memutarmutar sumpittt,,,,LLLL

Jumat, 29 Juli 2011

Indonesia Channel 2011 is Amazing


hmm,,, pagi ini tak ada yang istimewa, seperti biasa bangun pagi, huft boleh dibilang siang sich yahh bangun sekitar jam 7 pagian, dan tak ada yang istimewa cuma harus keluar nasuk lewat jendela saja karena kuncinya tak tau ada dimna, entahlah sudah beberapa minggu terakhir ini suka lupa kunci ada dimna.
siangnya tadinya ada agenda buat nyari kerja sampingan ke King namun batala karena harus shoping dulu kesuatu tempat yang rahasia, heheheee.. 
sekitar jam tujuhan teringat akan agenda indonesian channel 2011 langsung deh tancap gas ke Setiabudhi dan tak biasanya saya ditemani yah tumben tuh Asep ramdan rekan saya di Jumpa (so formal, heehee) mau ikut nemenin ngadirin undangan ok lahh itu lebih baik biar ada temen ngobrol dan gak celingukan sendiri seperti biasanya. Berangkat dari tamanasari duh sopirnya baik tuh gratis sampe balubur,, lumayan ngirit uang seribu rupiah,,,
Alamat acaranya di Undangan di Venue Eldorado jalan setiabudhi no 43B bandung, hmm pas liat fashion world di alamat yang sama kita dengan PDnya turun aza, kemudian kebingungan deh karena tak ada tanda-tanda bahwa ada aacara digelar disana, jalan terbaik ya nanya an ternyata tempatnya masih jauh yah naik angkot lagi deh nambah anggaran maklum ceritanya mau ngirit heeee...
ternyata kita harus naik angkot dua kali dan ketika mau bayaran uangnya kurang seribu ya sudah setelah ditawarin uang berwarna biru dan yang kurangnya diambil, sopir angkotnya mau,, huft pas mau ngasih kembalian tiba-tiba aku nemuin uang seribu
"Mang udah pake uang ini aza ada seribunya" spontan tuh sopir angkot nuker uang 50 dengan seribu
masuk deh k angkot Ledeng -Lembang srasa gak terjadi apa-apa. dan abru inget ternyata kita hanaya bayar uang seribu.. huhh ngerasa salah deh maaf pak sopir lupaaaa
lupakan cerita angkot tadi,,, kita masuk deh ke Elderado liat acaranya dan disana yang datang berpakaian rapi rata-rata memakai batik sedangkan kita? woowww saltumm mulai maluuuuu
Indonesia Channel is very amazing, keren banget acaranya, disana disuguhkan berbagai tarian-tarian Indonesia yang diisi oleh 30 negara, baru tahunya pas ending, heehee tadinya kirain orang Indonesia, akhirnya aku bisa liat tari pendet yang sempet di klaim oleh malaysia, lighting dan sound sistem yang keren, ikh pokoknya kagumm banget deh (penegn tahu lengkap acaranya tar buka www.jumpaonline.com). Dan pementasannyapun very beautiful,, wah janagn dilewatkan ni moment seperti in harus diabaadikan untung tak lupa bawa kamera, namun ternyata kita kebingungan dengan pengaturan kameranya maklum bukan anak fotografi heehhhhee namun dengan PD kita berdiri dan berjejer dengan para fotografer profesional yah biasa nyari celah buat minta tolong heeeeeee.
Acaranya selese saatnya pulang, waktu menunjukan pukul 21.00, dan angkot ledeng-lembangnya udah gak ada maklum daerahnya udah mau masuk Bnadung coret kata si Asep mah.. kebingungan nyari ide yang pasti harus nyampe dan gak mungkin jalan kaki gemporrr,, ketika sedang berdiri tepat pinggir kitaa datang deh mobil provost polrestabes,, ting..ting ide datang hmmm
"sep kita numpang aza ya samamobil polisi itu?"
"kamu yang bilang!"
"gak akhhhhh, bagian kamuuu" kesepakatan pun terjadi kita meloby pak pol yang baik agar dikasih numpang,, dan gayungpun bersambuttt kita naik deh mobil ituuuuu,,,,, seruuuuuu kayak keciduk saja duduk berdua dibelakang sambil ketawa-tawaa tapi bersyukur jugaaaaa  hahahaaahaaa
LAper datang menghampiri,, ok lah malam ini makan di Waroeng Steak.. yahh orang bandung atau yang pernah ke BAndung pasti tau lah WS... gak ada kata Rendranya, cuma WS.
pesenn dehh dengan pakt doble dan segelas minuman,
harus sabar nunggu dan eperti biasa minuman sealu datang awal daripada makanan yang menyebabkan minuman temen saya habis duluan,, heeheee ...
akhirnya steaknya datang,, wah gak sabar nie perut udah keroncongan,, happp langsung diembat tapi tetap berdoa dulu sebelumnya,, hahh saya kekenyangann sebelum abis hufttt ,, dan temen saya kehausan dan gak bisa pesen minum lagi maklum udah tutup.. dan pas kekasirpun udah beres-beres tuh para waiternya untung gak diusirrr.
lelahh,,pulang dehhh,, masih ada angkotttt kan udah mulai masuk Bandung kota,, heee,, tak lama angkot datang dan kamipun naikk,, ada kejanggalan dimobil..Tmen saya tiba-tiba bilang eh ibu,, huft kirain guru saya, guru olahraga pas di SMA dan cewk pinggir saya bengong kemudian tertawa dan kaget disebut guru oalh raga OMG, maluuuuu ternyata Asep salah oranggg,,,, wah harus ganti kaca mata lagi dia, setelah paaki kaca mata baru udah 3X dia salah orang, masih mending kemarin sama temen sendiri nah sekarang sama orang yang gak dikenallll....
pejalanan menuju kosan lancar tapi tetap tersendatdi Cihampelas entahlah samapai jam 22.30pun tuh jalan masih macet kapan lngangnyaaa, sampai kosan gerbang sudah terkunci dengan senyuman dn dalam hati yah manjat lagiiii...

Tahun ini Harus Bahagia

 Tahun ini kayaknya aku lagi males relationship dan udah bener-bener ikhlas serta berserah diri aja. Kayaknya taun ini aku mau lebih banyak ...