Kamis, 04 Juni 2020

Belajar Bersyukur Dari Pandemi


Siapa sangka 2020 merupakan tahun yang berbeda, bukan hanya untukku tapi untuk seluruh jutaan manusia di belahan bumi ini. Tahun ini bumi kami dilanda pandemic  yang mengubah tatanan kehidupan kami. Tahun ini sungguh berbeda, kita mulai sesuatu yang baru dan harus mau beradaptasi.

 

Pandemi virus corona ini benar-benar mengubah kebiasaan manusia. Kita memulai bekerja di rumah, sekolah di rumah dan ibadah di rumah. Lupakan mall, bioskop dan keramaian, tentu saja lupakan perjalan jauh.

 

Tapi, bukankan tidak ada sesuatu yang terjadi dimuka bumi ini tanpa diatur dan diijinkan oleh Tuhan, aku percaya semua ini pasti untuk sesuatu yang lebih baik. Ini memaksa manusia lebih kreatif lagi, memaksa manusia yang tak peduli akan kesehatan dan kebersihan berubah jadi rajin cuci tangan, makan sayur dan buah bahkan vitamin.

Dan bagiku, awalnya ini membosankan, bayangkan aja semenjak kuliah aku tidak pernah tidak sibuk rasanya. Bahkan ketikaterbaring sakit akibat kecelakaan pun seminggu kemudian aku udah mencoba berjalan-jalan ke pameran, datang ke kampus, liputan dan berbagai banyak hal aku lakukan. Lalu ketika kejadian ini, ya terpaksa harus stay dirumah, memutar otak biar tidak bosan dan bersyukur karena masih bekerja dan mendapatkan pemasukan. O yah pandemic ini juga membuat ratusan orang kena PHK sebab roda ekonomi berhenti.

 

Setelah hampir 2 bulan dirumah, 26 Mei sebagian kantor udah memulai beraktivitas pelan-pelan, begitu juga kantorku dan sekarang diatur jamnya, ada shift pagi dan siang.. Shift pagi merupakan sesuatu yang baru bagiku, selama 5 tahun bekerja aku selalu berangkat jam 9 bahkan pernah jam 11, kebayang kan harus membiasakan berangkat kantor jam 7 pagi.Bagaimana rasa? Yang ada dipikiran pertama kali berat sekali, harus bangun pagi dan berangkat. Tetapi setelah dijalani seru juga yah shift pagi, udara mmasih segar dan pulang sore masih bisa melihat matahari, jadi selama ini ga pernah lihat matahari terbit dan terbenam sekarang aku bisa merasakannya. Anugerah banget rasanya, karena dulu pernah ada keinginan untuk pulang kerja sore sebelum matahari terbenam. Dan secara tidak sadar keinginan-keinginan terdahulu yang tidak dirasakan akibat pandemic ini bisa dirasakan. Selama bulan puasa selalu buka di rumah tiap hari, biasanya tentu selalu diluar. Bisa lebih hemat karena sering makan makanan rumah, dan banyak hal lainnya.

 

Saat ini ga ada waktu lagi untuk mencaci dan memaki  keadaan ini, yang ada harus bersyukur, dan berusaha untuk beradaptasi, lakukan dulu jangan berkata sulit karena semua bisa karena terbiasa, sulit itu hanya karena tidak terbiasa saja.

 

Seperti doa-doaku biasanya “Kuatkan dan beri rasa ikhlas yang besar ketika menghadapi semua kesulitan-kesulitan”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dengan mengirim komentar kita telah berbagi

Rasanya

Rasanya ingin memeluk erat diri sendiri, lalu berkata menangislah sampai puas, sampai merasa lega..   Rasanya ingin memeluk hati, dan berkat...