Selamat tahun baru...
Sepertinya saya terlambat
untukmengucapkannya?.O yah apakah kata terlambat itu selalu ada? Dan saya
sepertinya memang bersahabat dengan kata terlambat. Hanya sebuah cerita sebelum
saya menulis yang lainnya, dulu ketika saya duduk di Sekolah menengah Atas saya
pernah dinobatkan sebagai siswa paling terlambat 1 sekolah, saya pernah gugur
karena terlambat, dan saya pernah tidak ikut UAS karena terlambat dan saat ini
sayapun terlambat menulis tentang tahun baru.
Ok sepertinya saya harus memperbaiki hidup
saya sebelum terlambat? O yah masihkah bisa? Saya rasa saya bisa jika saya
memulainya dari sekarang sebelum saya terlambat jauuuhh dan sangat jauhh.
Saya tidak ingin membicarakan tentang
terlambat, itu hanya cukup jadi catatan pengantar saja. Tahun 2012 adalah tahun
yang penuh kejutan bagi hidup saya, banyak hal yang saya temukan yah mungkin
karena saya semakin dewasa pula sehingga cobaan pun disesuaikan porsinya. Namun
menurut saya tahun ini sungguh penuh warna, tangis serta air mata serasa seimbang
mengiringi tahun 2012.
Diawali dengan perayaan tahun baru
yang menyenangkan, kejutan ulang tahun hingga dua kali serta berbagai jenis
hadiah. Dilanjut dengan karir kepenulisan saya alhamdulillah tahun ini ada dua
buku walaupun antologi. Keaktifan saya di blog yang cukup lumayan dibandingkan
tahun sebelumnya, walaupun pahitnya
beberapa tulisan saya tidak menang dalam perlombaan. Bagi saya itu tidak masalah,
hanya perlu waktu untuk terus belajar saja.
Cobaan itu menghantarkan hidup saya
diakhir penghujung 2012. Diawali dengan keadaan keluarga saya yang agak
memburuk, kegagalan saya dalam kompetisi, dan nenek saya yang sakit hingga saat
ini. Dari sana saya belajar banyak hal, belajar untuk menerima sesuatu yang
tidak pernah terbayangkan, mencoba ikhlas dan menerima semuanya dengan lapang.
Tuhan begitu sayang sama saya sehingga
saya diberikan sebuah ujian dan saya yakin bisa melewatinya. Tapi dipenghujung
tahun ini antologi catatan perjalanan saya akan segera terbit. Setidaknya itu
prestasi saya di tahun terakhir.
Tahun ini saya hanya berharap semoga saya
menjadi manusia yang tetap mengikuti impian saya, tetap yakin dan lebih
berlapang dada lagi. Bukankah semakin tinggi pohon maka anginnya semakin
kencang, dan untuk mempersiapkan menghadapinya maka saya harus punya akar yang
lebih kokoh serta kuat, semoga saya bisa dan harus bisa.
Selamat Tahun Baru....
Selamat mengukir harapan baru dan
tetap semangat